Seminar Kewirausahaan Dosen Darmajaya-UKM CESMED

Seminar Kewirausahaan Dosen Darmajaya-UKM CESMED

Bandar Lampung – Sebanyak 8 dosen Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Centre for Entrepreneurship and SMEs Development (CESMED) dan 15 dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya mengikuti Regional Entrepreneurship and Mobility Colloquium di kampus IBI Darmajaya, kemarin (07/03).

Seminar yang mengusung tema Empowering Asia Regional Entrepreneurship Through Knowledge Transfer ini digelar Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) IBI Darmajaya bekerjasama dengan UKM CESMED.

Kegiatan ini bertujuan untuk saling berbagi informasi, akademik, teori, penelitian, dan pengalaman dosen tentang membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa dilingkungan kampus IBI Darmajaya dan UKM CESMED. Selain berdiskusi, dihadirkan pula presentasi dari tiga dosen IBI Darmajaya, dan tiga dosen UKM CESMED.

Tiga pemateri dari IBI Darmajaya yakni Dr. RZ. Abdul Aziz, ST., MT, Dr. Anuar Sanusi, dan Anggi Andriyadi, S.Kom., MTI. Sementara pemateri dari UKM CESMED yakni Assoc. Prof. Datin Dr. Shamshubaridah Ramlee, Assoc. Prof. Dr. Doris Padmini S. Selvaratnam, dan Assoc. Prof. Dr. Habibah Ahmad.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya, Dr. RZ Abdul Aziz, S.T., M.T dalam paparannya menjelaskan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa, IBI Darmajaya telah memasukkan mata kuliah Technopreneurship  sebagai mata kuliah wajib. Selanjutnya, untuk membantu usaha kecil menengah di desa mengembangkan usahanya, Darmajaya juga memperkenalkan program mahasiswa Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM).

Sementara, Direktur UKM CESMED, Assoc. Prof. Datin Dr. Shamshubaridah Ramlee menjelaskan mengimplementasi pendidikan kewirausahaan, pihaknya memiliki benchmark (patokan) untuk meningkatkan kualitas produk melalui kolaborasi dengan mitra baru, membangun inkubator bisnis, melakukan pendekatan pembelajaran, workshop, kompetisi kewirausahaan, dan pengawasan.

Selain Regional Entrepreneurship and Mobility Colloquium, sebelumnya IBI Darmajaya dan UKM CESMED juga menggelar Youth Economic Partisipant Initiative (YEPI) Training and Colloquium di Kampus IBI Darmajaya, 6-7 Maret 2016. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 47 mahasiswa UKM CESMED dan 29 mahasiswa IBI Darmajaya.

Diakhir pelatihan, mahasiswa yang terbagi kedalam beberapa kelompok mempresentasikan hasil kunjungan mereka ke tempat produksi usaha kecil menengah di Bandar Lampung. Mereka berdiskusi dan berlatih untuk melakukan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dari usaha yang telah dikunjungi.

Rektor IBI Darmajaya, Ir. Firmansyah, YA, MBA., MSc menambahkan, IBI Darmajaya sebagai perguruan tinggi berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global dan memiliki jiwa berwirausaha.

Keseriusan itu dilakukan IBI Darmajaya salah satunya dengan menjadikan technopreneurship sebagai salah satu mata kuliah wajib dalam kurikulum, rutin menyelenggarakan pameran usaha, bazaar produk, pelatihan, dan seminar yang menghadirkan pemateri tingkat nasional, dan internasional seperti UKM CESMED. Selain itu, IBI Darmajaya juga memiliki Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) sebagai wadah mahasiswa untuk lebih mengembangkan potensi mahasiswa dalam berwirausaha, menampung serta mempromosikan produk-produk mereka.

“Saya berharap kegiatan ini akan bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa. Menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang kewirausahaan. IBI Darmajaya juga terus berupaya menumbuhkembangkan jiwa berwirausaha dikalangan mahasiswa agar muncul wirausahawan muda berpendidikan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.(*)

Seminar Kewirausahaan Dosen Darmajaya-UKM CESMED

Seminar Kewirausahaan Dosen Darmajaya-UKM CESMED

Bandar Lampung – Sebanyak 8 dosen Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Centre for Entrepreneurship and SMEs Development (CESMED) dan 15 dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya mengikuti Regional Entrepreneurship and Mobility Colloquium di kampus IBI Darmajaya, kemarin (07/03).

Seminar yang mengusung tema Empowering Asia Regional Entrepreneurship Through Knowledge Transfer ini digelar Kantor Urusan Hubungan Internasional (KUHI) IBI Darmajaya bekerjasama dengan UKM CESMED.

Kegiatan ini bertujuan untuk saling berbagi informasi, akademik, teori, penelitian, dan pengalaman dosen tentang membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa dilingkungan kampus IBI Darmajaya dan UKM CESMED. Selain berdiskusi, dihadirkan pula presentasi dari tiga dosen IBI Darmajaya, dan tiga dosen UKM CESMED.

Tiga pemateri dari IBI Darmajaya yakni Dr. RZ. Abdul Aziz, ST., MT, Dr. Anuar Sanusi, dan Anggi Andriyadi, S.Kom., MTI. Sementara pemateri dari UKM CESMED yakni Assoc. Prof. Datin Dr. Shamshubaridah Ramlee, Assoc. Prof. Dr. Doris Padmini S. Selvaratnam, dan Assoc. Prof. Dr. Habibah Ahmad.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya, Dr. RZ Abdul Aziz, S.T., M.T dalam paparannya menjelaskan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa, IBI Darmajaya telah memasukkan mata kuliah Technopreneurship  sebagai mata kuliah wajib. Selanjutnya, untuk membantu usaha kecil menengah di desa mengembangkan usahanya, Darmajaya juga memperkenalkan program mahasiswa Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM).

Sementara, Direktur UKM CESMED, Assoc. Prof. Datin Dr. Shamshubaridah Ramlee menjelaskan mengimplementasi pendidikan kewirausahaan, pihaknya memiliki benchmark (patokan) untuk meningkatkan kualitas produk melalui kolaborasi dengan mitra baru, membangun inkubator bisnis, melakukan pendekatan pembelajaran, workshop, kompetisi kewirausahaan, dan pengawasan.

Selain Regional Entrepreneurship and Mobility Colloquium, sebelumnya IBI Darmajaya dan UKM CESMED juga menggelar Youth Economic Partisipant Initiative (YEPI) Training and Colloquium di Kampus IBI Darmajaya, 6-7 Maret 2016. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 47 mahasiswa UKM CESMED dan 29 mahasiswa IBI Darmajaya.

Diakhir pelatihan, mahasiswa yang terbagi kedalam beberapa kelompok mempresentasikan hasil kunjungan mereka ke tempat produksi usaha kecil menengah di Bandar Lampung. Mereka berdiskusi dan berlatih untuk melakukan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dari usaha yang telah dikunjungi.

Rektor IBI Darmajaya, Ir. Firmansyah, YA, MBA., MSc menambahkan, IBI Darmajaya sebagai perguruan tinggi berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global dan memiliki jiwa berwirausaha.

Keseriusan itu dilakukan IBI Darmajaya salah satunya dengan menjadikan technopreneurship sebagai salah satu mata kuliah wajib dalam kurikulum, rutin menyelenggarakan pameran usaha, bazaar produk, pelatihan, dan seminar yang menghadirkan pemateri tingkat nasional, dan internasional seperti UKM CESMED. Selain itu, IBI Darmajaya juga memiliki Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) sebagai wadah mahasiswa untuk lebih mengembangkan potensi mahasiswa dalam berwirausaha, menampung serta mempromosikan produk-produk mereka.

“Saya berharap kegiatan ini akan bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa. Menambah pengetahuan dan pengalaman dibidang kewirausahaan. IBI Darmajaya juga terus berupaya menumbuhkembangkan jiwa berwirausaha dikalangan mahasiswa agar muncul wirausahawan muda berpendidikan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.(*)